Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar  diskusi publik, Selasa (4/8/2026) kemarin.

?Kegiatan tersebut berlangsung di Red Corner Cafe, Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Kota Makassar merupakan kolaborasi ICMI Orwil Sulawesi Selatan, CIDES ICMI, dan CELIOS, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Diskusi Pra Muktamar VIII dan Milad ke-36 ICMI Tahun 2026.

Diskusi publik dengan mengangkat tema Kaya SDA, Miskin Anggaran: Reformasi Pajak Hijau dalam Meretas Ketimpangan Fiskal Daerah.

Diskusi dipandu oleh Pengurus CIDES ICMI Orwil Sulsel Andi Sri Wulandani dengan menghadirkan, pemateri Ketua CIDES ICMI Orwil Sulsel Adi Suryadi Culla, Direktur Eksekutif CELIOS Indonesia Bhima Yudhistira, mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas, dan Akademisi FEB UNM Syamsu Alam. 

Busyro Muqoddas menyoroti bahwa korupsi bukan korupsi namun ada desain yang menyebabkan sistem ketatanegaraan digerogoti oleh praktik-praktik korupsi yang akut.

Sedangkan Adi Suryadi Culla fokus pada model kepemimpinan dan prkatik mengelola negara dari persfektif politik.

Direktur Eksekutif CELIOS Indonesia Bhima Yudhistira menyoroti ketergantungan pertumbuhan ekonomi pada sektor ekstraktif yang justru berpotensi menyebabkan ketimpangan.

"Bagaimana setelah SDA (Sumber Daya Alam) kita habis," ujarnya.

Bhima juga menilai persoalan tersebut harus mulai dipikirkan karena banyak anak muda yang kini tertarik bekerja di sektor tambang.

Sementara itu, Dosen FEB UNM Syamsu Alam menyoroti persoalan ketimpangan fiskal dari sisi pengelolaan anggaran daerah yang semakin terpusat dan tersentralisasi. Bahkan sembari mengutip ekonom senior Majid Sallatu, ia meneguhkan dan mempertanyakan secara radikal ‘Masih adakah perencanaan pembangunan’Sulit disangkal bahwa telah terjadi pembiasan yang terstruktur dalam proses perencanaan pembangunan. Dalam kaitan ini, Bappeda tidak bisa banyak berkutik, demikian pula Bappenas di tingkat Nasional. Jadi akar masalahnya bukan hanya pada Fiskal itu sendiri tetapi niat baik dan kemana Fiskal sebaiknya diarahkan.

Bahkan boleh jadi"Otonomi itu omong kosong saja sebenarnya kalau dari perspektif kemandirian fiskal," ucapnya.